Halaman Utama » Ramalan Togel » Mendagri: Presidential Threshold 20-25 % Bukan Tiket Sobek 2019

Mendagri: Presidential Threshold 20-25 % Bukan Tiket Sobek 2019

Mendagri: Presidential Threshold 20-25 % Bukan Tiket Sobek 2019

Berita Terupdate168-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menolak perumpamaan bahwa ambang batas pencalonan presiden atau presidential treshold 20 – 25 persen pada UU Pemilu sebagai tiket sobek pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang dipakai lagi pada Pemilu 2019.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, perumpamaan ini merupakan opini yang dibangun oleh sejumlah pihak yang menolak presidential threshold pada besaran angka tersebut

“Putusan MK No.14/XI-PUU/2013 diputuskan di saat tahapan Pilpres 2014 sedang berlangsung, sehingga tidak serta merta diberlakukan pada Pilpres 2014 tapi untuk Pilpres 2019,” kata Tjahjo seperti dilansir dari situs resmi Kemendagri, Minggu 23 Juli 2017.

Selain itu, dalam pelaksanaan Pemilu 2019, tidak ada rujukan lain, kecuali hasil Pileg 2019. Berbeda halnya pada 2024 nanti, maka dasarnya adalah 2019.

Menurut dia, kurang bijak bila membandingkan pemilu 2014 dengan 2019. “Mestinya berpikir ke depan pada 2024 atau 2029, karena tiket ini adalah hasil pemilu sebelumnya,” ucap Tjahjo.

Tjahjo sebelumnya juga menegaskan, tudingan dan kecurigaan terhadap pemerintah terkait angka presidential threshold tidak benar. Pemerintah justru ingin membangun sistem politik yang lebih sehat dan lebih adil bagi partai politik.

“Presidential threshold menciptakan sistem politik lebih adil bagi partai-partai serta mendorong terbangunnya konsolidasi politik yang lebih sehat dan kondisi politik stabil,” kata Tjahjo.

Belajar dari pengalaman tiga pemilihan presiden terakhir, yakni 2004, 2009, dan 2014, presiden terpilih justru didukung oleh parlemen kurang dari 50 persen plus 1. Hal ini kerap membuat presiden terpilih tersandera masalah politik.

“Sehingga presiden terpilih terpaksa harus melakukan konsolidasi politik dengan parpol atau kekuatan politik yang tidak ikut berkeringat memperjuangkan terpilihnya capres yang bersangkutan,” imbuh politisi PDIP itu.

Penulis: admin
Topik

Postingan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *